KULIAH
TAMU
“MENITI
JALAN KEPUSTAKAWANAN”
Oleh
pemateri Bapak Blasius Sudarsono”
Kepustakawanan selayaknya diawali dengan
pertanyaan: “Apa yang dimaksud dengan kepustakawanan itu?” Pertanyaan ini
membawa pustakawan memasuki ranah filsafat, jika menindaklanjutinya dengan
pemikiran mendalam dan mendasar tentang kepustakawanan itu. Dilihat dari kaidah
bahasa, kata kepustakawanan berasal dari kata pustakawan yang mendapat afiks
(imbuhan) ke-an. Kata pustakawan
sendiri adalah kata turunan yang berasal dari kata pustaka yang mendapat
subfiks (akhiran) wan. Kata dasar
pustaka dapat menurunkan dua kata
lain
yaitu kepustakaan dan perpustakaan.
MENITI JALAN KEPUSTAKAWANAN
Meniti
karena
jalan itu tidak sederhana. Jalan
Kepustakawanan jalan yang semula asing dan tidak dikenal, sejak awal sudah
memunculkan beragam pertanyaan, dan ternyata menimbulkan obsesi yang belum usai
sampai kini. Ingin berbagi dan berharap dapat dipakai sebagai titik tolak untuk
memahami perjalanan itu, referensi bagi yang mau menempuh perjalanan itu,
inspirasi bagi yang akan menikmati perjalanan itu. Perjalanan ini diartikan
sebagai perjalanan hidup pribadi dalam menjalani dan memaknai sebuah profesi.
Profesi pustakawan yaitu profesi yang baru dikenal saat harus memulai dengan
memerlukan perjalanan panjang, kesediaan menjawab “YA” dan dibuktikan dengan
integritas dan loyalitas.
PERJALANAN BLASIUS
SUDARSONO
Anak ketiga dari seorang guru sekolah
rakyat. Bercita-cita menjadi insinyur penemu (Innovator). Berawal dari bekerja
di Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional yang memerlukan seorang sarjana muda ilmu
Fisika dalam benak beliau terbayang sebuah “museum ilmiah” ternyata “dokumentasi
pustaka” yang berwujud perpustakaan ilmiah. Tahun 1981 diminta mengajar di JIP
FS UI sebagai dosen LB dan menjabat Eselon II termuda dalam bidang
kepustakawanan tahun 1990, sampai memimpin lembaga. Merumuskan dasar pemikiran “JANJI
PUSTAKAWAN MUDA INDONESIA” yang berbunyi
• Kami Calon Pustakawan dan Pustakawan Muda Indonesia,
mengaku berprofesi sebagai
Pustakawan
Indonesia yang adalah warga Bangsa dan Negara Indonesia .
• Kami Calon Pustakawan dan Pustakawan Muda Indonesia,
Sebagai profesional
senantiasa
berusaha memahami, menghayati, dan mengembangkan Jati Diri
Pustakawan Indonesia, berkarya bagi Bangsa dan Negara
Indonesia, untuk mencapai
cita-cita
Bangsa dan Negara Indonesia.
• Kami Calon Pustakawan dan Pustakawan Muda
Indonesia, Mewaspadai, menolak, dan
memberantas
segala hal yang merugikan bahkan dapat menghancurkan Bangsa dan
Negara
Indonesia.
PENDEKATAN FILOSOFIS
DRIYARKARA
Filsafat kepustakawanan adalah
pernyataan/penjelmaan dari sesuatu yang hidup di dalam hati setiap pustakawan.
Maka walaupun tidak setiap pustakawan dapat menjadi ahli filsafat, namun yang
dibicarakan atau dipersoalkan dalam filsafat kepustakawanan itu memang berarti
bagi semua pustakawan. Dengan demikian pustakawan sudah seharusnya juga mencari
jawab atas segala pertanyaan hidupnya terutama dalam menjalani profesinya.
Dengan kata lain pustakawan memerlukan filsafat kepustakawanan agar mempunyai
sikap (ideal) terhadap hidup
kepustakawanannya.
EPILOG
Istilah kepustakawanan perlu dicari arti
dan maknanya, karena itulah sifat khusus pustakawan. Yang dicari adalah makna
ideal bagi istilah tersebut, yang nantinya diharapkan menjadi ajaran paham idealisme
pustakawan Indonesia. Posisi awal kita sebagai pustakawan adalah hasil
pembelajaran kita dalam menyiapkan diri menjadi pustakawan. Dalam proses ini
tentu peran lembaga pendidikan pustakawan sangat besar dan dominan. Oleh sebab
itu kewajiban lembaga pendidikan pustakawan yang harus mencari jawab atas
posisi awal bagi lulusan mereka. Menurut Driyarkara eksistensialisme bukan
sekedar berada tetapi adalah mengada.

