twitter
rss


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
                Era globalisasi ini, eksistensi dan kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Pengusaaan IPTEK mutlak diperlukan, sebab setiap titik aktivitas dalam dunia global adalah sangat tergantung dengan hal tersebut.
Salah satu program pendidikan sebagai tindak lanjut dan implementasi program pemerintah yang turut mendukung keberhasilan pembangunan dunia pendidikan adalah adanya pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Pengembangan program pendidikan berupa program Pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah salah satu program pemerintah yang mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 26 ayat (4), tercantum bahwa satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
              Peningkatan kualitas sumber daya masyarakat dalam bentuk program taman bacaan ini telah dirintis sejak tahun lima puluhan berupa program kegiatan Taman Pustaka Rakyat (TPR), kemudian diperbaharui pada  tahun 1992/1993 dengan adanya program kegiatan TBM. Dengan Program kegiatan TBM ini diharapkan nantinya dapat mewujudkan masyarakat gemar belajar (learning society) dengan salah satu indikatornya berupa masyarakat gemar membaca (reading society).
Kegiatan Taman Baca Masyarakat (TBM) ini diharapkan pula dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan memperluas wawasan bagi mereka yang telah melek aksara, serta bagi mereka yang putus sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak melanjutkan sebagai bekal untuk mengembangkan diri, bekerja atau berusaha secara mandiri dalam setiap aktivitas mereka dalam kehidupan di masyarakat.
            Pengembangan-pengembangan itulah sebuah PSB akan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi.
Pengembangan PSB yang dilaksanakan setidaknya akan memberikan berbagai manfaat. Dalam lingkup satuan pendidikan, menurut Bambang Warsita, pengembangan PSB memberikan manfaat sebagai berikut:
1. memperluas dan meningkatkan kesempatan belajar
2. melayani kebutuhan perkembangan informasi bagi masyarakat
3. mengembangkan kreativitas dan produktivitas tenaga pendidik dan
    kependidikan
4. meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, baik secara
    individu maupun kelompok
5. menyediakan berbagai macam pilihan komunikasi untuk menunjang kegiatan
    kelas tradisional
6. mendorong cara-cara belajar baru yang paling cocok untuk mencapai tujuan
    pembelajaran
7. memberikan pelayanan dalam perencanaan, produksi, operasional, dan tindakan
    lanjutan untuk pengembangan sistem pembelajaran
8. melaksanakan latihan bagi para tenaga pendidik dan kependidikan mengenai
   sistem pembelajaran dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
            Berdasarkan permasalahan diatas penulis membahas mengenai pengembangan pusat sumber belajar di Rumah Baca Cerdas Malang.
1.2 Tujuan Penulisan
1.3.1. Mengetahui identitas Rumah Baca Cerdas.
1.3.2. Mengetahui pusat sumber belajar di Rumah Baca Cerdas.
1.3.3. Mengetahui langkah-langkah pengembangan Pusat Sumber Belajar.
1.3.4. Mengetahui pengembangan pada aspek layanan dan tata ruang pusat sumber belajar Rumah Baca Cerdas.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Identitas Rumah Baca Cerdas
2.1.1. Identitas Pusat Sumber Belajar
Nama                           : Rumah Baca Cerdas (RBC).
Jenis Kepemilikan       : Milik pribadi, taman baca.
Alamat                                    : Jl. Puncak Borobudur, Palem Jingga Kav. 12-13
                                      Permata Jingga, Malang.
Hotline                                    : 0341-410781.
Email                           : rbc_mlg@yahoo.co.id atau rbcmlg@gmail.com.
Jam Layanan               : Senin-Minggu : pukul 10.00-17.00 WIB
                                      Jumat               : buka mulai Pukul 13.00 WIB.
2.1.2. Deskripsi Fisik
Lokasi                         : Lantai I kedai kopi dan lantai II library dan ruang baca
Fasilitas                       : AC, hall untuk diskusi serta meeting, free WiFi area,
                                      musholla, toilet, LCD layar, fasilitas kegiatan indoor
                                      untuk diskusi, seminar kecil, presentasi yang dapat disewa
                                      serta area parkir yang luas dan aman.
Koleksi                        : 3000 judul buku (buku, majalah, jurnal, ensiklopedia,
                                      novel, soft copy jurnal dan artikel-artikel ilmiah popular).
Perabot                        : Rak tinggi 6 buah, rak rendah 8 buah, kursi kecil 2 buah,
                                      meja 1 kursi baca 8, sofa, jam dinding, AC, vas bunga,
                                      CCTV.



2.1.3. Deskripsi Aktivitas
Peminjaman                 : Batas jumlah buku 2-5 buku. Setiap peminjaman harus
                                      menunjukan kartu anggota dengan KTP.
Diskusi                        : Dalam satu bulan dua kali diskusi yang dinamakan forum
                                      RBC.
Lomba                         : Dance, music.
Pelatihan                     : Pelatihan kepustakaan oleh seluruh SMA Negeri/Swasta
                                      di Malang.

2.2. Pusat Sumber Belajar di Rumah Baca Cerdas
2.2.1. Sejarah Rumah Baca Cerdas (RBC)
             Rumah Baca Cerdas (RBC) diresmikan oleh pendiri sekaligus pemiliknya Prof. A. Malik Fadjar bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1426 H atau 22 Oktober 2005. Mengusung semangat “Iqra” merintis gerakan membaca untuk membangun bangsa. Mendorong masyarakat bangkit bahwa sesungguhnya yang dihadapi adalah krisis semangat berbangsa, spirit untuk berubah. Perubahan kearah kemajuan dan peradaban akan terjadi dengan mengubah budaya membaca masyarakat kita. Kedepan diharapkan benar-benar tercipta masyarakat belajar (learning society). Sebuah kondisi belajar yang jauh dari kesan formal.
             Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa, salah satu tujuan Indonesia merdeka adalah "mencerdaskan kehidupan bangsa". Kehadiran Rumah Baca Cerdas (RBC) di kota Malang karena masyarakatnya memiliki potensi untuk diajak berubah menuju masyarakat sejahtera berperadaban. Sebagai kota pendidikan, mahasiswa tersebar di puluhan kampus, murid-murid di ratusan sekolah–sekolah serta lembaga-lembaga pendidikan masyarakat lainnya adalah potensi nyata. Dua konsep penting pendidikan adalah “Pembudayaan dan Pembelajaran”, maka membaca dan menulis adalah solusinya. Bersama RBC mari, “Membangun Masyarakat Baca dan Belajar”.



2.2.2. Library
               Library merupakan bagian primer Rumah Baca Cerdas (RBC). Didalamnya disediakan lebih dari 3000 judul buku yang terdapat di rak maupun yang masih disimpan. Berbagai jenis buku dan disiplin ilmu yang disediakan pihak Rumah Baca Cerdas (RBC), antara lain pendidikan, filsafat, agama, sastra, budaya, ekonomi, politik dan lain-lain. Beberapa diantaranya merupakan koleksi yang mempunyai nilai historis dan eksotisme yang tinggi. Buku berisi buah pemikiran Dr Muhammad Room, buku teks pidato Bung Karno tahun 1950an, Satanic verses karya Salman Rusdie sampai dengan Das Capital karya Karl Marx terjemahan almarhum Njono (salah seorang pemikir PKI pada tahun 1960an).
              Tersedia puluhan dan beragam koleksi majalah dari majalah berita, perempuan dan anak, sastra, iptek dan jurnal. Seri bendel jurnal Prisma sejak terbit pertama kali, bendel majalah Editor, Tempo, Gatra, Panji Masyarakat, Time dan Newsweek. Ragam seri ensiklopedia, novel dewasa, remaja dan anak serta lainnya. Ada juga soft copy jurnal dan artikel-artikel ilmiah popular dari berbagai disiplin ilmu yang dapat memenuhi kebutuhan para peneliti. Secara periodik koleksi-koleksi ini terus diperbarui dan ditambah.
2.2.3. Forum Rumah Baca Cerdas (RBC)
                Forum Rumah Baca Cerdas (RBC) menggelar diskusi-diskusi rutin, seminar terbatas, serta apresiasi seni dan budaya yang bersifat substantif bukan konklusif. Membangun empati, menambah wawasan dan mempertajam daya analisis kritis. Diselenggarakan setiap hari Rabu Sore (tiap minggu) oleh komunitas muda RBC dan terbuka untuk organisasi mahasiswa dan pelajar. Forum RBC Jumat dikelola dan dipersembahkan RBC untuk masyarakat umum dan diselenggarakan setiap bulan sekali. Topik diskusi menyesuaikan perkembangan saat ini. Namun saat ini kegiatan diskusi masih belum diselenggarakan lagi dikarenakan ruang perpustakaan masih dalam perbaikan.
               Elemen-elemen organisasi kemasyarakatan, pemuda, mahasiswa, pelajar, institusi-institusi yang ingin melaksanakan pertemuan, diskusi atau kuliah dapat menghubungi pengelola forum Rumah Baca Cerdas (RBC) untuk kesepakatan waktu dan teknisnya. Sistem di RBC ini by order yaitu apabila ingin melaksanakan pertemuan, diskusi, kuliah atau kegiatan lainnya tidak dikenakan biaya melainkan harus membeli menu yang disediakan di Kedai Ngopi RBC.
              Forum Rumah Baca Cerdas (RBC) juga melaksanakan kegiatan-kegiatan kepustakaan diantaranya advokasi dan pelatihan kepustakaan masyarakat, merawat dan mengkoleksi buku, serta menulis dan meresensi buku. Kegiatan pelatihan kepustakaan ini dilakukan pada seluruh SMA Negeri/Swasta di Malang. RBC mengundang para penjaga perpustakaan masing-masing untuk diberi masukan bagaimana cara menjaga perpustkaan, bagaimana cara menciptakan suasana perpustakaan yang menyenangkan, itu adalah tugas penjaga perpustakaan sekolah. Pusat Informasi Publik (PIP) merupakan bagian dari Forum RBC yang membidangi kajian-kajian dan riset sosial, politik, pendidikan, budaya, agama, hukum dan ekonomi bisnis. PIP bekerjasama dengan organisasi pemerintah, non pemerintah (swasta) yang terkait dalam penyediaan informasi hasil analisis untuk dikontribusikan pada upaya peningkatan kualitas kebijakan publik. Hasil analisis dan diskusi juga dipublikasikan dalam bentuk prosiding seminar, jurnal, buku dan website RBC.
2.2.4. Aktivitas RBC
             Menyelenggarakan kegiatan Taman Baca Masyarakat (TBM) untuk semua kalangan masyarakat. Untuk keluarga mengadakan kegiatan “Keluarga Harmonis” tentang bagaimana cara mendidik anak. Kalangan mahasiswa mengenai bagaimana cara menulis karya ilmiah, cara mengelola bisnis para remaja. Siswa mengadakan lomba dance, menyanyi, dan meresensi buku. Sedangkan untuk anak Taman Kanak-kanak lomba menggambar, melakukan kegiatan berpustaka supaya mereka mengetahui bahwa ada perpustakaan di luar perpustakaan sekolahnya yaitu Taman Baca Masyarakat.
2.2.5. Pengadaan Bahan Pustaka
            Mayoritas koleksi didapat dari Bapak Malik Fadjar, beliau mempunyai banyak koleksi bahan pustaka, sumbangan dari masyarakat serta dengan pembelian.



2.2.6. Peminjaman Bahan Pustaka
1.      Peminjam harus menjadi anggota perpustakaan dengan cara registrasi dan membayar administrasi untuk regular sebesar Rp. 30.000, premium Rp. 20.000, dan junior Rp. 10.000. Batas berlakunya kartu anggota perpustakaan hanya 6 bulan dan segera melakukan daftar ulang kartu anggota.
2.      Setiap peminjaman harus menunjukkan kartu anggota dan KTP.
3.      Dikenakan tarif perbuku sebesar Rp. 5.000  selama tiga hari untuk satu buku. Jika meminjam 2-3 buku batas peminjaman sampai satu minggu.
4.      Keterlambatan didenda sebesar Rp. 1.000
2.2.7. Fasilitas
            Kedai ngopi RBC disediakan sebagai teman bersantai sambil membaca atau sekedar browsing internet. Tersedia berbagai menu pilihan untuk menemani saat santai sambil membaca. Anda dapat menikmati cita rasa khas kopi serta berbagai sajian menu makanan dan minuman khas Rumah Baca Cerdas (RBC).
            Ruangan dua lantai ber AC, lantai II library dan ruang baca, lantai I kedai kopi, ruang baca, browsing dan hall untuk diskusi serta meeting. Dilengkapi free WiFi area, musholla, toilet, LCD layar, fasilitas kegiatan indoor untuk diskusi, seminar kecil, presentasi yang dapat disewa serta area parkir yang luas dan aman.
2.2.8. Jam Layanan
Senin-Minggu : Pukul 10.00-17.00 WIB
Jumat               : Buka mulai Pukul 13.00 WIB
2.2.9. Keunggulan
1.      RBC memfasilitasi tempat untuk para elemen-elemen organisasi masyarakat yang ingin melaksanakan pertemuan, diskusi atau kuliah.
2.      Tata letak ruangan dan perabot sangat menarik.
3.      Lokasi strategis.
4.      Fasilitas memadai.
5.      Koleksi bahan pustaka cukup menarik.
6.      Menciptakan suasana yg ramai.
7.      Kegiatan-kegiatan terselenggara secara teratur.



2.2.10. Kelemahan
1.      Sirkulasi udara dan penerangan ruang koleksi bahan pustaka gelap.
2.      Jarak antar rak koleksi bahan pustaka sempit.
3.      Dikenakan tarif.
4.      Akses peminjaman terbatas.
5.      Layanan perpustakaan dijadikan bisnis.

2.3. Langkah-Langkah Pengembangan Pusat Sumber Belajar
a. Merumuskan Visi dan Misi
           Merumuskan visi atau mimpi tentang tujuan pembuatan atau pengembangan Taman Baca Masyarakat (TBM), langkah ini amat penting mendasari kerja TBM. Jika para pendiri TBM memiliki mimpi dan tujuan yang sama dan visioner. Merumuskan misi tentang hal-hal yang harus dikerjakan oleh organisasi dalam mewujudkan visi.
b. Mengumpulkan Para Pendukung Taman Baca Masyarakat (TBM)
            Masyarakat yang menaruh perhatian dan kepedulian terhadap taman
bacaan adalah mereka yang menyadari dan menghayati bahwa taman bacaan
bukan saja penting, tapi sangat diperlukan oleh masyarakat. Kelompok
masyarakat tersebut perlu terus dibina dan dikembangkan kearah terbentuknya
masyarakat informasi atau masyarakat yang cerdas. Terutama untuk menanggung bersama kebutuhan Taman Baca Masyarakat (TBM) dan mengerjakan dengan setia pengelolaannya.
c. Menentukan Tempat untuk Taman Baca Masyarakat (TBM)
            Tempat ini idealnya berada di lokasi yang padat penduduk yang terbatas secara ekonomi, pendidikan dan sosial. Idealnya sebuah rumah dengan halaman yang cukup, ventilasi dan cahaya baik, bersih. Tempat untuk buku tidak boleh lembab, basah atau banyak rayap/tikus.  Jadi betapapun sederhana tempatnya harus tetap kering, bersih dan nyaman untuk anak dan orang dewasa. Idealnya Taman Baca Masyarakat (TBM), tempat yang tidak menakutkan bagi anak, gelap atau sulit dijangkau.  
d. Memilih dan Menentukan Jenis dan Sumber Belajar
           Jenis dan sumber belajar ditentukan berdasarkan materi atau bahan ajar yang akan disampaikan jadi kesesuaian antara materi yang ada dengan jenis sumber belajar jangan jauh berbeda, kalau tidak akan terjadi nonakuntabilitas antara materi dan jenis serta sumber belajar, relevansi keduanya harus diperhatikan, selain itu pemilihan jenis dan sumber belajar berasal dari materi yang ada adalah meringankan bagi pengajar dalam membuat instrumen dan penilaian jadi penilaian mempunyai dasar ketentuan yang baku dan tidak membuat kebimbangan. Selanjutnya ada beberapa pertimbangan dalam menentukan sumber belajar diantaranya:
1. Bersifat ekonomis dan praktis
2. Praktis dan sederhana (mudah pengaturannya)
3. Fleksibel dan luwes
4. Sumber belajar sesuai dengan tujuan
5. Sumber sesuai dengan taraf berpikir dan kemampuan siswa
e. Menyediakan Buku yang Bagus dan Bermutu Tinggi
Buku-buku semacam ini relatif sangat mahal harganya. Namun ini adalah keharusan agar anak ingin membaca buku dan mengambil pengetahuan dari buku itu. Buku sebaiknya tidak sektarian agar tidak muncul aneka tuduhan berdasarkan sentimen agama. 
f. Menyediakan Fasilitas Pendukung Taman Baca Masyarakat (TBM)
Misal rak buku, kursi, white board, kertas untuk menulis atau menggambar, pensil warna, sampul buku.
g. Mengumpulkan Orang-Orang yang Ingin Terlibat
Yang dibutuhkan adalah pendamping anak-anak belajar membaca, mengajari menggambar, menulis, mendongeng dan kegiatan lainnya. Kegiatan membaca jika ditunjang dengan aneka aktifitas lain akan meningkatkan semangat anak dan menarik pengunjung baru. 
h. Berjejaring
Ini akan meringankan kerja, mempercepat perkembangan dan mendapat banyak stake holder atau informasi pendukung. 
i. Mengembangkan Sumber Belajar
            Mengembangkan sumber belajar adalah menentukan sumber belajar tidak terpaku pada satu bidang saja, maksudnya, segala sesuatu yang diperkirakan relevansinya ada dengan materi dan bahasan pengajaran harus diadakan sebab pengadaan sumber belajar dari berbagai sumber akan sangat membantu dalam pengembangan materi dan alat bantu evaluasi yang dibuat.
Pengembangan sumber belajar dilakukan biasaya untuk menambah referensi dari materi supaya tidak terpaku pada materi yang terkadang sedikit bahasannya, dengan dikembangkan pada sumber yang lain akan menambah wahana selain cara berpikir kontruktivisme juga akan menambah kreatifitas bagi pengajar dan siswa dalam proses pembelajaran yang dilakukan
j. Mengevaluasi Sumber Belajar
            Mengevaluasi sumber belajar disini maksudnya adalah untuk menilai apakah sumber belajar itu cocok dipakai dengan materi atau bahasan yang disajikan, jika tidak ada relevansinya dengan materi berarti harus dikurangi penggunaannya, sebab kalau dipaksakan akan membuat suasana peserta didik akan terjadi ketidak mengertian akan tujuan belajar yang artinya tujuan belajar tidak akan kesampaian. Sekalipun sumber belajar memang banyak macam ragamnya tetapi untuk pemilahan harus diperhatikan supaya tujuan pembelajaran tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan belajar yang hendak dicapai.

2.4  Pengembangan Pada Aspek Layanan Pusat Sumber Belajar Rumah Baca Cerdas
Visi dan Misi
          Visi dan misi suatu organisasi harus jelas. Visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan dan karakteristik yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pada jauh dimasa yang akan datang. Pernyataan visi tersebut harus selalu berlaku pada semua kemungkinan perubahan yang mungkin terjadi sehingga suatu visi hendaknya mempunyai sifat fleksibel. Untuk itu ada beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:
1)      Berorientasi pada masa depan
2)      Tidak dibuat berdasar kondisi atau tren saat ini
3)      Mengekspresikan kreativitas
4)      Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat
5)      Memperhatikan sejarah, kultur, dan nilai organisasi meskipun ada perubahan terduga
6)      Mempunyai standard yang tinggi, ideal serta harapan bagi anggota lembaga
7)      Memberikan klasifikasi bagi manfaat lembaga serta tujuan-tujuannya
8)      Memberikan semangat dan mendorong timbulnya dedikasi pada lembaga
9)      Menggambarkan keunikan lembaga dalam kompetisi serta citranya
10)  Bersifat ambisius serta menantang segenap anggota lembaga (Lewis & Smith, 1994)
          Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian visi. Pernyataan misi memberikan keterangan yang jelas tentang apa yang ingin dituju serta kadangkala memberikan pula keterangan yang jelas tentang bagaimana cara lembaga bekerja.
Visi: Merintis gerakan membaca untuk membangun bangsa.
Mendorong masyarakat bangkit bahwa sesungguhnya yang dihadapi adalah krisis semangat berbangsa
Misi:   1.  Spirit untuk berubah.
2.  Mendorong masyarakat bangkit
3. Perubahan kearah kemajuan dan peradaban akan terjadi dengan mengubah budaya membaca masyarakat kita.
4.  Kedepan diharapkan benar-benar tercipta masyarakat belajar (learning society). Sebuah kondisi belajar yang jauh dari kesan formal.
5.  Membangun Masyarakat Baca dan Belajar
a)   Pengembangan Tata Ruang Rumah Baca Cerdas
               Lokasi Rumah Baca Cerdas ini strategis yang berada dilingkungan perumahan dengan masyarakat sekitar padat penduduk yang terbatas secara ekonomi, pendidikan, sosial dan memiliki potensi untuk diajak berubah menuju masyarakat sejahtera dan beradab. Ruangan perpustakaan diperluas, menambah ventilasi dan cahaya baik, mempertahankan kebersihannya. Rak buku dapat dijangkau oleh anak-anak maupun orang dewasa. Sehingga Taman Baca Masyarakat (TBM) menjadi tempat yang tidak menakutkan bagi anak.  
b)   Pengembangan Bagian Layanan
Koleksi
             Koleksi taman bacaan masyarakat yang memadai, baik mengenai jumlah,
jenis, dan mutunya, yang tersusun rapi, dengan sistem pengolahan serta kemudahan akses atau temu kembali informasi, merupakan salah satu kunci
keberhasilan perpustakaan. Oleh karena itu taman bacaan masyarakat perlu
memiliki koleksi bahan pustaka yang relatif lengkap sesuai visi, misi, perencanaan
strategis, kebijakan, dan tujuannya. Koleksi bahan perpustakaan yang baik adalah
dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pembaca.
            Kekuatan koleksi pustaka ini merupakan daya tarik bagi pemakai, sehingga banyak dan lengkap koleksi bahan pustaka yang dibaca dan di pinjam, akan semakin ramai pengunjung taman bacaan masyarakat dikunjungi masyarakat dan makin tinggi intensitas sirkulasi buku. Akhirnya makin besar pula proses transfer informasi (transfer of information) dan disini taman bacaan berfungsi sebagai media atau alat serta jembatan perantara antara sumber informasi dengan masyarakat pemakai. Dengan demikian maka informasi ilmu pengetahuan yang dibaca, digali,
ditemukan di perpustakaan dapat dikaji, diteliti, dikembangkan, disalurkan dan disebarluaskan secara terus-menerus tanpa ada habis-habisnya.
Fasilitas
          Sistem by order ditiadakan. Sudah jelas bahwa taman baca masyarakat merupakan sumber informasi, pendidikan, penelitian, preservasi dan pelestarian khasanah budaya bangsa serta tempat rekreasi sehat, murah dan bermanfaat. Tanpa adanya pungutan biaya menu makanan sudah bisa memperoleh informasi, pendidikan, penelitian, maupun tempat diskusi. Selain itu perlu pengadaan buku, menambah rak buku, kursi, white board, menyediakan kertas untuk menulis atau menggambar, pensil warna, dan menyediakan sampul buku.



Peminjaman
1)      Mengisi daftar pengunjung
2)      Batas maksimum meminjam buku sebanyak 4 (empat) buku untuk bidang ilmu apapun.
3)      Masa peminjaman 5 (lima) hari dan dapat diperpanjang selama 6 (enam) hari.
4)      Syarat untuk meminjam hanya menyerahkan fotokopi identitas diri dan contact person.
Pelayan/Petugas
                 Pelayanan dalam perpustakaan mungkin bisa saja dilakukan dengan sikap petugas yang bisa dikatakan ramah saat pengunjung datang. Senyum, sapa, salam kepada pengunjung merupakan awal di mana pengunjung merasa dihargai kedatangannya. Membantu pengunjung apabila ada kesulitan dalam pencarian buku dengan memberikan petunjuk-petunjuk di mana letak dan bisa mencarikan melalui internet apabila informasi yang dibutuhkan tidak ada.
                   Petugas taman bacaan masyarakat berperan sebagai pembimbing dan memberikan konsultasi kepada pemakai atau melakukan pendidikan pemakai (user education), dan pembinaan serta menanamkan pemahaman tentang pentingnya taman bacaan masyarakat bagi orang banyak. Selain itu pendamping membimbing anak-anak belajar membaca, mengajari menggambar, menulis, mendongeng dan kegiatan lainnya. Kegiatan membaca jika ditunjang dengan aneka aktifitas lain akan meningkatkan semangat anak dan menarik pengunjung baru. 
Forum Rumah Baca Cerdas
                Forum Rumah Baca Cerdas (RBC) menggelar diskusi-diskusi rutin, seminar terbatas, serta apresiasi seni dan budaya yang bersifat substantif bukan konklusif. Membangun empati, menambah wawasan dan mempertajam daya analisis kritis. Diselenggarakan setiap hari Rabu Sore (tiap minggu) oleh komunitas muda RBC dan terbuka untuk organisasi mahasiswa dan pelajar.
Forum RBC Jumat dikelola dan dipersembahkan RBC untuk masyarakat umum dan diselenggarakan setiap bulan sekali. Topik diskusi menyesuaikan perkembangan saat ini.
Forum RBC untuk anak-anak kami mengusulkan dilaksanakan pada hari minggu dengan menggelar story telling, menggambar, menonton film kartun bersama.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.1.1 Nama pusat sumber belajar yaitu Rumah Baca Cerdas (RBC), jenis kepemilikannya milik pribadi, taman baca, alamat Jl. Puncak Borobudur, Palem Jingga Kav. 12-13 Permata Jingga, Malang, jam layanan Senin-Minggu : Pukul 10.00-17.00 WIB; Jumat: Buka mulai Pukul 13.00 WIB, memiliki 3000 judul buku (buku, majalah, jurnal, ensiklopedia, novel, soft copy jurnal dan artikel-artikel ilmiah popular.
3.1.2 Pusat sumber belajar ini mempunyai dua konsep penting pendidikan adalah “Pembudayaan dan Pembelajaran”, maka membaca dan menulis adalah solusinya. Bersama Rumah Baca Cerdas mari, “Membangun Masyarakat Baca dan Belajar”. Menyediakan fasilitas kedai kopi dan perpustakaan.
3.1.3  Langkah-langkah pengembangan pusat sumber belajar yaitu merumuskan visi dan misi, mengumpulkan para pendukung taman baca masyarakat (TBM), menentukan tempat untuk Taman Baca Masyarakat (TBM), memilih dan menentukan jenis dan sumber belajar, menyediakan buku yang bagus dan bermutu tinggi, menyediakan fasilitas pendukung taman baca masyarakat (TBM), mengumpulkan orang-orang yang ingin terlibat, berjejaring, mengembangkan sumber belajar, dan mengevaluasi sumber belajar.
3.1.4 Pengembangan bagian layanan yaitu sistem by order ditiadakan. Sudah jelas bahwa taman baca masyarakat merupakan sumber informasi, pendidikan, penelitian, preservasi dan pelestarian khasanah budaya bangsa serta tempat rekreasi sehat, murah dan bermanfaat. Tanpa adanya pungutan biaya menu makanan untuk bisa memperoleh informasi, pendidikan, penelitian, maupun tempat diskusi.  Menambah rak buku, kursi, white board, menyediakan kertas untuk menulis atau menggambar, pensil warna, sampul buku. Prosedur peminjaman dengan mengisi daftar pengunjung, batas maksimum meminjam buku sebanyak 4 (empat) buku untuk bidang ilmu apapun, masa peminjaman 5 (lima) hari dan dapat diperpanjang selama 6 (enam) hari, dan syarat untuk meminjam hanya menyerahkan fotokopi identitas diri dan contact person. Sedangkan pengembangan tata ruang untuk ruangan perpustakaan diperluas, menambah ventilasi dan cahaya baik, mempertahankan kebersihannya. Rak buku dapat dijangkau oleh anak-anak maupun orang dewasa. Sehingga Taman Baca Masyarakat (TBM) menjadi tempat yang tidak menakutkan bagi anak.  







DAFTAR RUJUKAN

Handoko. 2012. Pengertian Visi dan Misi. (online), (http://handpage.blogspot.com/p/pengertian-visi-dan-misi.html?m=1)
Jusuf, E. I. 2013. Sumber Ide: Taman Bacaan Masyarakat (TBM), (online), (http://www.leimena.org/id/page/v/782/taman-bacaan-masyarakat-tbm)



LAMPIRAN
LANTAI 1
Kedai Kopi

   LANTAI II

 
                               Download makalah klik DISINI


18 komentar:

  1. terimakasih atas informasinya, menurut anda forum apa yang cocok untuk masyarakat di rumah baca cerdas ini?

  1. Terimakasih infonya mengenai taman baca ini,
    Kegiatan membaca jika ditunjang dengan aneka aktifitas lain akan meningkatkan semangat anak dan menarik pengunjung baru, aktivitas lain ini apa saja dan bagaimana?

  1. terimakasih infonya
    dalam pengembangan PSB agar pengadaan yang ada di taman baca ini dapat berjalan dengan baik bentuk rekomendasi apa yang bisa anda berikan?

  1. Woro Abidah: forum yang paling cocok dengan masyarakat sekitar adalah forum komunitas muda dan terbuka untuk organisasi mahasiswa dan pelajar karena mayoritas pengunjung Rumah Baca Cerdas ini para pelajar dan mahasiswa. Serta pengelola Rumah Baca Cerdas ini juga dari mahasiswa

  1. Riski Ayu Sejati: aktifitas lain seperti mendongeng, menulis, menggambar, menyanyi. Jika anak melihat temannya melakukan kegiatan menulis, menggambar maka dia pasti juga ingin mencoba secara bersama-sama

  1. Desy Putri: pengadaan koleksi dengan pembelian. Pembelian bisa dengan langsung membeli ke penerbit, baik penerbit dalam maupun luar negri dengan mengidentifikasi bahwa judul tersebut betul-betul diterbitkan oleh penerbit tersebut sesuai kebutuhan. Pengadaan melalui sumbangan dari masyarakat tidak efektif karena tidak bisa sewaktu-waktu meminta sumbangan koleksi.

  1. terimakasih atas jawabanya

  1. kunjungi juga blog saya
    http://riezkysejati03.blogspot.com/2014/12/riski-ayu-sejati-presentasi-taman-baca_4.html?showComment=1418201781767#c6849887483523564183

  1. bermanfaat :)
    saya ingin bertanya, bagaimana strategi pembinaan dalam menanamkan pemahaman tentang pentingnya taman bacaan masyarakat bagi orang banyak? terimakasih...

  1. di dalam misi spirit untuk berubah di maksudkan untuk siapa? dan dgan cara apa.. apa yang ingin dirubah?

  1. silahkan mampir di blog saya :)
    http://ivayuanaputri.blogspot.com/2014/12/pengembangan-pusat-sumber-belajar.html

  1. Terima kasih atas infonya, tapi manurut anda apa yang membuat rumah baca cerdas ini agar cukup menarik minat pengunjung untuk selalu datang?
    dan pada dasrnya apa ini hanya sebuah cafe yang dilengkapi dengan bahan pustaka dan disediakan tempat belajar seperti itukah ?

  1. mungkin Perlu diperjelas lagi pengembangan yang anda sarankan buat tempat ini seperti apa.. mohon di perjelaskan lagi????

  1. Terimakasih atas infonya...
    RBC ini lebih menekankan ke konsep perpustakaan ataukah ke bisnisnya??

  1. Iva Yuana Putri: strategi pembinaan dalam menanamkan pemahaman tentang pentingnya taman bacaan masyarakat bagi orang banyak melalui kegiatan rutin misalnya pelatihan kepustakawanan, meresensi novel guna mengembangkan kearah terbentuknya masyarakat informasi atau masyarakat yang cerdas.

  1. Eva Devita Emilia Siswanti: cara agar pengunjung rumah baca cerdas selalu datang dengan mengadakan lomba-lomba setiap bulan, menyelenggarakan diskusi atau seminar.
    Pengembangan yang kami lakukan di Rumah Baca Cerdas ini adalah memfokuskan pada perpustakaan dan kedai kopi tersebut merupakan fasilitas bagi para pengunjung untuk menambah daya tarik pengunjung

  1. intan oktavia : pengembangan di Rumah Baca Cerdas ada 2 bidang yaitu aspek bidang layanan dan tata ruang. Pengembangan bidang layanan meliputi fasilitas, koleksi, peminjaman, forum, dan petugas di rumah baca cerdas. Sedangkan untuk pengembangan tata ruang yaitu Ruangan perpustakaan diperluas, menambah ventilasi dan cahaya baik, mempertahankan kebersihannya. Rak buku dapat dijangkau oleh anak-anak maupun orang dewasa. Sehingga Taman Baca Masyarakat (TBM) menjadi tempat yang tidak menakutkan bagi anak.

  1. Shinta Putri Priandhani : pada dasarnya pihak rumah baca cerdas ini menjadikan perpustakaan sebagai bisnis tetapi kami mengembangan PSB ini memfokuskan untuk pelayanan informasi bagi pengguna.

Posting Komentar